“Memperbaiki charger HP? Untuk apa? Kalau rusak buang saja, harganya kan murah...”
Jika segala sesuatu ukurannya selalu tentang harga dan uang tentu saja akan ada perkataan seperti itu. Tetapi apabila yang dikedepankan adalah ilmu, pelajaran dan pengalaman khas di dalam bidang elektronika maka perkataan seperti itu tentu tidak akan ada.
Tulisan ini dibuat untuk tujuan itu, sebab di dunia elektronika tidak semuanya hanya menyangkut urusan harga dan uang.
Mudah-mudahan apa yang akan diulas di sini masih mempunyai nilai positif dan masih mengandung manfaat.
Sistem charger HP (hand-phone) atau perangkat seluler.
Dahulu, di awal beredarnya HP di Indonesia kebanyakan charger HP menerapkan sistem transformator daya kecil dengan dioda-dioda penyearahnya (sistem penyearahan gelombang penuh pada frekwensi listrik 50-60Hz).
Namun dalam perkembangannya trend kemudian berganti. Kini, rata-rata charger HP atau perangkat seluler sudah menerapkan sistem “switching-mode power-supply” (SMPS).
SMPS adalah sistem power-supply yang lebih efisien dibandingkan dengan sistem penggunaan transformator daya konvensional 50-60Hz.
Di dalam charger HP yang banyak beredar rangkaian SMPS yang digunakan cukup sederhana, berikut ini adalah dua contoh di antaranya :
Pada dasarnya SMPS adalah rangkaian yang berosilasi pada frekwensi tinggi (beberapa puluh kHz atau bahkan lebih). Hasil osilasi itu berupa sinyal sinus yang cukup kuat, kemudian ditransfer oleh sebuah transformator berinti ferit sebagai tegangan keluaran sekunder. Tegangan itu berbentuk AC, lalu disearahkan oleh dioda dan diratakan oleh sebuah kondensator perata, maka tegangan inilah yang kemudian dijadikan sebagai tegangan output DC (Vout) untuk digunakan sesuai keperluannya.
Pada gambar di atas diperlihatkan dua contoh model rangkaian charger HP yang banyak beredar di pasaran. Gambar (A) memperlihatkan contoh rangkaian dengan satu transistor, ini adalah yang paling sederhana. Gambar (B) adalah contoh rangkaian dengan dua transistor, rangkaian ini mempunyai fungsi yang lebih lengkap, karena itu yang akan dijelaskan di sini adalah rangkaian pada gambar (B) ini.
Lihat gambar (B), rangkaian mendapatkan suplai tegangan dari AC 220V yang langsung disearahkan oleh dioda bridge D1-D4, hasil penyearahannya lebih sempurna dari pada rangkaian pada gambar (A) karena menerapkan penyearahan gelombang penuh.
Untuk mengerti tentang ini silahkan ikuti ulasan detilnya dalam : Penyearahan gelombang penuh dengan kondensator perata .
T2 (biasanya tipe 13001 atau semisalnya) berperan sebagai osilator yang berosilasi karena mendapatkan umpan-balik positif dari pin 3 trf1 melalui C3 dan R3. Sementara itu D5 menyearahkan sebagian tegangan ac dari pin 3 trf1 menjadi tegangan DC negatif, lalu diratakan oleh C2.
Apabila tegangan negatif di antara anoda D5 dan basis T2 telah mencapai tegangan zener Z1 (lebih sedikit), maka Z1 akan menghantar. Menghantarnya Z1 akan meredam sinyal pada basis T2 sehingga level tegangan ac hasil osilasi menjadi dibatasi olehnya. Dengan cara seperti ini tegangan output dipertahankan pada level yang telah ditentukan, di mana level ini tergantung dari tegangan zener Z1.
T1 (biasanya tipe C945, C1815 atau semisalnya) bertugas mendeteksi tegangan pada R6. Ketika tegangan pada R6 ini membesar berarti T2 telah bekerja hingga dilalui arus yang besar pula (R6 adalah rangkaian resistor emitor dari T2). Biasanya ini terjadi jika rangkaian dibebani penarikan arus yang cukup besar (overload).
Setiap kali tegangan telah mencapai level yang kira-kira setara dengan tegangan pengaktif bagi basis-emitor T1 maka T1 akan menghantar dan meng-ground-kan basis T2. Akibatnya kerja T2 menjadi terkurangi secara drastis, yaitu pada saat ayunan tegangan positif pada R6 telah melebihi batas yang ditentukan.
Pembatasan oleh T1 ini ditentukan oleh besarnya nilai R6 (biasanya sekitar 10Ω).
Kerusakan umum charger HP.
Di antara kerusakan yang umumnya sering terjadi adalah :
1.Tegangan output ada (lampu indikator menyala) tetapi ketika dipakai charging tegangan menjadi drop, di HP terlihat pemberitahuan bahwa charging terputus lalu berganti dengan charging tersambung, lalu berganti lagi terputus (terus menerus berganti-ganti).
2.Mati total (lampu indikator tidak menyala).
Kerusakan pada poin pertama bisa disebabkan dua hal : kabel yang sudah jelek atau ada elco di dalam rangkaian SMPS yang sudah rusak/kering.
Kabel penghubung antara charger dengan HP apabila sudah jelek bisa menyebabkan hal seperti itu. Sebaiknya kabel dilepas lalu diperiksa kedua bagian kabel di dalamnya dengan menggunakan Ohm-meter X1 atau X10, apakah ada salah-satunya yang kadang tersambung kadang tidak. Sambil menempelkan kedua tuas tester pada setiap bagian ujung dari satu bagian kabel dalam, kabel itu digoyang-goyangkan atau ditarik-ulur agar jelas bahwa di bagian itu memang kadang tersambung kadang tidak.
Apabila ternyata masih tersambung meskipun sudah digoyang-goyangkan atau ditarik-ulur, maka pemeriksaan dilakukan terhadap bagian kabel dalam yang satunya lagi dengan cara seperti itu juga.
Apabila kabel ternyata memang sudah jelek maka diganti dengan yang masih baik.
Apabila ternyata masih bagus maka pemeriksaan dilakukan ke tahap berikutnya.
Elco yang rusak juga bisa menyebabkan gejala seperti yang disebutkan di atas. Yang paling sering rusak adalah elco C1 (biasanya berkapasitas 2,2µF/400V). Elco yang rusak secara fisik akan terlihat bagian atasnya menggelembung (gendut) atau bagian bawahnya (setelah dicabut) terlihat ada kotoran bekas cairan elektrolit elco yang bocor keluar dan telah mengering. Tetapi agar lebih pasti sebaiknya elco ini dicabut dan ditest dengan AVO-meter.
Ketika melakukan penggantian terhadap C1 sebaiknya C2 juga diganti (nilai kapasitasnya antara 0,33...1µF/50V).
C5 juga mungkin saja rusak. Kerusakan umum C5 adalah kapasitasnya yang menyusut akibat cairan elektrolit di dalamnya sudah mulai mengering atau tidak berfungsi sama sekali. Kerusakan C5 akan berakibat turunnya tegangan output (Vout) sehingga proses charging menjadi tidak stabil.
Kerusakan pada poin kedua bisa disebabkan bermacam-macam hal, antara lain : Kabel putus di dalam, R1 atau R2 rusak (putus), trf1 rusak atau rusaknya T2 beserta komponen-komponen lainnya.
R1 yang nilainya 1Ω/0,25W biasanya rentan rusak karena ia juga berfungsi sebagai fuse. Resistor itu bisa langsung ditest tanpa harus mencabutnya dengan AVO-meter pada posisi Ohm X1.
R2 yang putus harus ditest dengan mencabutnya terlebih dahulu dari rangkaian, lalu dilakukan pengetesan dengan menggunakan AVO-meter pada posisi Ohm X100k, pastikan bahwa ia tidak putus atau nilainya tidak melenceng jauh.
Apabila R2 ternyata tidak rusak, kemungkinan kerusakan pada T2.
Rusaknya T2 biasanya disertai dengan kerusakan pada komponen-komponen yang lain seperti R1, R5, R6, Z1 atau sering juga D1...D4 dan T1 ikut rusak. Komponen-komponen itu perlu ditest satu-persatu. Yang sudah rusak diganti dengan yang masih baik dan yang masih bagus dikembalikan ke posisinya semula.
Jika semua komponen itu sudah dipastikan tidak ada yang rusak tetapi charger masih belum berfungsi secara normal (Vout tidak ada), maka kemungkinan paling besar selanjutnya adalah bahwa trf1 sudah rusak. Gantilah dengan tipe yang sama yang masih berfungsi normal (hasil cabutan atau lainnya). Perhatikanlah pola susunan sambungan dari pin-pin-nya harus sama (lihat gambar rangkaian di atas), sebab transformator ferit seperti ini tidak semuanya berpola sama meskipun secara fisik bentuknya mirip.
Sampai di sini, usailah ulasan singkat tentang Memperbaiki Charger HP .
Mungkin ada yang dapat disimpulkan dari hal ini, bahwa ternyata memang tidak ada sesuatupun yang patut untuk disepelekan.
Apapun jika diselami, tidak ada yang tidak mengasyikkan...
Happy repairing!
Showing posts with label Elektronik. Show all posts
Showing posts with label Elektronik. Show all posts
Monday, December 14, 2015
Jenis-Jenis Kondensator | Kang Zeen
Untuk melengkapi tulisan sebelumnya tentang Mengenal Kondensator, berikut ini dikemukakan macam-macam jenis kondensator beserta ulasan singkat tentangnya.
Di antara jenis-jenis kondensator itu adalah :
Elco dan kondensator non-polar
Elco adalah kondensator yang di dalamnya terdapat cairan elektrolit, umumnya berkapasitas antara 0,47µF sampai ribuan µF dan mempunyai polaritas tegangan pada elektroda-elektroda sambungannya (ada ketentuan elektroda positif dan elektroda negatif). Pemasangannya di dalam rangkaian harus mengikuti ketentuan polaritas setiap elektrodanya, tidak boleh terbalik.
Meskipun sebagian besar elco mempunyai polaritas tegangan pada elektroda-elektrodanya, namun ada sebagian kecil elco yang merupakan kondensator non-polar.
Kondensator non-polar (atau sering juga disebut kondensator bi-polar) adalah kondensator yang tidak mempunyai polaritas tegangan pada elektroda-elektroda sambungannya. Pemasangannya di dalam rangkaian tidak ada ketentuan polaritas, kedua elektroda boleh ditempatkan pada posisi yang mana saja.
Kondensator non-polar umumnya adalah kondensator yang tidak mengandung cairan elektrolit, hanya sebagian kecil kondensator non-polar yang mengandung cairan elektrolit.
Tentang nilai-nilai kapasitas standar elco dan kondensator non-polar serta kode angka yang menyatakan nilai kapasitansinya telah dibahas detil dalam ulasan terdahulu :Mengenal Kondensator.
Varco (Variable Condensator)
Adalah kondensator yang nilai kapasitansinya bisa diubah-ubah.
Varco terdiri dari dua kelompok lempengan-lempengan logam tipis yang saling berhimpitan namun tidak sampai terjadi kontak karena dibatasi dengan sekat isolator. Setiap kelompok lempengan tersambung dengan satu elektroda. Apabila tuas diputar satu kelompok lempengan akan keluar dari posisi yang saling berhimpit itu sedikit demi sedikit hingga pada posisi putaran tuas yang maksimal kedua kelompok lempengan akan terpisah dari keadaan saling berhimpit. Pada posisi ini kapasitas varco adalah dalam keadaan paling kecil.
Kapasitansi yang dimiliki sebuah varco tidak ada yang besar, maksimal hanya 500pF.
Fungsi varco adalah untuk “tuning” frekwensi radio.
Varco bersama dengan kumparan antena atau kumparan osilator membentuk sirkit L-C yang beresonansi pada frekwensi tertentu. Dengan varco, kondensator di dalam sirkit L-C menjadi variabel maka frekwensi resonansi menjadi bisa diubah-ubah sesuai dengan yang diinginkan.
Karena pada radio-radio penerima umumnya menerapkan sistem heterodin di mana ada dua bagian tuning, maka varco pun selalu dibuat dalam dua unit kapasitas yang terpisah namun keduanya bersama-sama terkait kepada tuas putar pengubah-ubah kapasitas. Varco modern bahkan terdiri dari 4 unit kapasitas, dua unit untuk tuning penerima AM dan dua unit lainnya untuk tuning penerima FM. Bagian untuk tuning AM selalu berkapasitas lebih besar daripada bagian untuk tuning FM.
Trimmer
Adalah kondensator yang kapasitasnya bisa diubah-ubah juga sebagaimana varco, namun kapasitasnya hanya kecil saja, maksimal sekitar 15 sampai 50pF.
Trimmer dibuat hanya untuk keperluan setting (penepatan) dan disetel sekali saja ketika diperlukan.
Pada varco-varco yang diperuntukkan untuk tuning penerima radio, trimmer selalu sudah termasuk di dalamnya.
Kondensator tantalum
Adalah kondensator yang dibuat dari bahan khusus tantalum. Kondensator ini mempunyai polaritas tegangan pada elektroda-elektroda sambungannya sebagaimana elco, namun kondensator tantalum mempunyai keistimewaan yaitu performa yang lebih baik dibandingkan dengan elco biasa.
Kondensator tantalum mempunyai bentuk yang lebih kecil, koefisien suhu yang lebih kecil, toleransi penyimpangan dan tingkat bocoran yang lebih rendah. Karena sifat-sifat istimewanya ini kondensator tantalum sering menjadi kondensator yang lebih banyak dipilih untuk digunakan pada rangkaian-rangkaian “high performance” seperti VGA-card, sound-card, hard disk-driver dan yang lain-lainnya pada perangkat komputer.
Jika ada rangkaian timer di mana penentu pewaktuannya adalah resistor dan kondensator (rangkaian R-C), maka kondensator terbaik yang digunakan adalah kondensator tantalum.
Tetapi sayangnya, kondensator ini tidak selalu tersedia di pasaran umum pada setiap daerah. Kalaupun kondensator ini ada di jual orang di toko-toko elektronik, biasanya hanya yang berkapasitas 1 sampai 10µF saja, selain itu sulit ditemui. Jika hal ini sudah terjadi sedangkan keperluan terhadap kondensator tantalum cukup mendesak, maka saya pun biasanya akan menggunakan kondensator-kondensator tantalum “cabutan” dari motherboard usang atau card-card yang tidak terpakai.
Happy learning!
Di antara jenis-jenis kondensator itu adalah :
- Elco (Elektrolyt Condensator)
- Kondensator non-polar
- Varco (Variable Condensator)
- Trimmer
- Kondensator tantalum
Elco dan kondensator non-polar
Elco adalah kondensator yang di dalamnya terdapat cairan elektrolit, umumnya berkapasitas antara 0,47µF sampai ribuan µF dan mempunyai polaritas tegangan pada elektroda-elektroda sambungannya (ada ketentuan elektroda positif dan elektroda negatif). Pemasangannya di dalam rangkaian harus mengikuti ketentuan polaritas setiap elektrodanya, tidak boleh terbalik.
Meskipun sebagian besar elco mempunyai polaritas tegangan pada elektroda-elektrodanya, namun ada sebagian kecil elco yang merupakan kondensator non-polar.
Kondensator non-polar (atau sering juga disebut kondensator bi-polar) adalah kondensator yang tidak mempunyai polaritas tegangan pada elektroda-elektroda sambungannya. Pemasangannya di dalam rangkaian tidak ada ketentuan polaritas, kedua elektroda boleh ditempatkan pada posisi yang mana saja.
Kondensator non-polar umumnya adalah kondensator yang tidak mengandung cairan elektrolit, hanya sebagian kecil kondensator non-polar yang mengandung cairan elektrolit.
Tentang nilai-nilai kapasitas standar elco dan kondensator non-polar serta kode angka yang menyatakan nilai kapasitansinya telah dibahas detil dalam ulasan terdahulu :Mengenal Kondensator.
Varco (Variable Condensator)
Adalah kondensator yang nilai kapasitansinya bisa diubah-ubah.
Varco terdiri dari dua kelompok lempengan-lempengan logam tipis yang saling berhimpitan namun tidak sampai terjadi kontak karena dibatasi dengan sekat isolator. Setiap kelompok lempengan tersambung dengan satu elektroda. Apabila tuas diputar satu kelompok lempengan akan keluar dari posisi yang saling berhimpit itu sedikit demi sedikit hingga pada posisi putaran tuas yang maksimal kedua kelompok lempengan akan terpisah dari keadaan saling berhimpit. Pada posisi ini kapasitas varco adalah dalam keadaan paling kecil.
Kapasitansi yang dimiliki sebuah varco tidak ada yang besar, maksimal hanya 500pF.
Fungsi varco adalah untuk “tuning” frekwensi radio.
Varco bersama dengan kumparan antena atau kumparan osilator membentuk sirkit L-C yang beresonansi pada frekwensi tertentu. Dengan varco, kondensator di dalam sirkit L-C menjadi variabel maka frekwensi resonansi menjadi bisa diubah-ubah sesuai dengan yang diinginkan.
Karena pada radio-radio penerima umumnya menerapkan sistem heterodin di mana ada dua bagian tuning, maka varco pun selalu dibuat dalam dua unit kapasitas yang terpisah namun keduanya bersama-sama terkait kepada tuas putar pengubah-ubah kapasitas. Varco modern bahkan terdiri dari 4 unit kapasitas, dua unit untuk tuning penerima AM dan dua unit lainnya untuk tuning penerima FM. Bagian untuk tuning AM selalu berkapasitas lebih besar daripada bagian untuk tuning FM.
Trimmer
Adalah kondensator yang kapasitasnya bisa diubah-ubah juga sebagaimana varco, namun kapasitasnya hanya kecil saja, maksimal sekitar 15 sampai 50pF.
Trimmer dibuat hanya untuk keperluan setting (penepatan) dan disetel sekali saja ketika diperlukan.
Pada varco-varco yang diperuntukkan untuk tuning penerima radio, trimmer selalu sudah termasuk di dalamnya.
Kondensator tantalum
Adalah kondensator yang dibuat dari bahan khusus tantalum. Kondensator ini mempunyai polaritas tegangan pada elektroda-elektroda sambungannya sebagaimana elco, namun kondensator tantalum mempunyai keistimewaan yaitu performa yang lebih baik dibandingkan dengan elco biasa.
Kondensator tantalum mempunyai bentuk yang lebih kecil, koefisien suhu yang lebih kecil, toleransi penyimpangan dan tingkat bocoran yang lebih rendah. Karena sifat-sifat istimewanya ini kondensator tantalum sering menjadi kondensator yang lebih banyak dipilih untuk digunakan pada rangkaian-rangkaian “high performance” seperti VGA-card, sound-card, hard disk-driver dan yang lain-lainnya pada perangkat komputer.
Jika ada rangkaian timer di mana penentu pewaktuannya adalah resistor dan kondensator (rangkaian R-C), maka kondensator terbaik yang digunakan adalah kondensator tantalum.
Tetapi sayangnya, kondensator ini tidak selalu tersedia di pasaran umum pada setiap daerah. Kalaupun kondensator ini ada di jual orang di toko-toko elektronik, biasanya hanya yang berkapasitas 1 sampai 10µF saja, selain itu sulit ditemui. Jika hal ini sudah terjadi sedangkan keperluan terhadap kondensator tantalum cukup mendesak, maka saya pun biasanya akan menggunakan kondensator-kondensator tantalum “cabutan” dari motherboard usang atau card-card yang tidak terpakai.
Happy learning!
Memperbaiki DVD Player | Kang Zeen
Dahulu ketika DVD player pertama-kali hadir, memperbaikinya terbilang sulit karena spare-partnya masih belum banyak beredar. Kini semuanya telah lebih mudah dan setiap praktisi maupun para hobbyst elektronik dapat memperbaikinya hampir di setiap kerusakan.
Bagian-bagian DVD player.
Bagan DVD player mirip dengan generasi sebelumnya, yaitu VCD player di mana terdapat tiga blok bagian utama : Power-supply, mpeg decoder unit, dan mekanik.
Power supply DVD player adalah jenis “switching-mode power-supply”, mempunyai beberapa keluaran tegangan di antaranya : 5V, 8V, dan 12V. Ada beberapa model DVD player yang power-supplynya mempunyai tegangan keluaran 6V dan tegangan keluaran negatif -5V dan -8V, tetapi ini jarang ada.
Tegangan keluaran 5V biasanya untuk keperluan suplai sirkit dekoder di dalam papan rangkaian mpeg-decoder unit, sedangkan tegangan 8V biasanya untuk keperluan sirkit servo motor yang juga berada di dalam papan rangkaian mpeg-decoder unit. Tegangan 12V biasanya digunakan untuk supply keperluan tambahan seperti sirkit audio-mixer atau output-amplifier (jika ada), juga untuk keperluan aksesoris seperti menyalakan lampu penerangan, kipas dan lain-lain.
Mpeg-decoder adalah pengolah kode-kode digital untuk diterjemahkan menjadi sinyal gambar (video) dan suara (audio).
Perangkat ini mengambil data dari keping DVD yang dipungut oleh pick-up optikal (sering hanya disebut dengan “optic”). Data berupa kode-kode digital yang mengandung informasi tentang gambar dan suara di dalamnya. Hasi pengolahan mpeg-decoder adalah dua kanal suara stereo (L dan R) dan sinyal burst video.
Bagian mekanik adalah bagian di mana terdapat “optic”, motor penggerak optic, motor pemutar keping DVD, dan motor penggerak untuk membuka laci DVD (motor eject).
Semua kontrol untuk ketiga motor itu adalah dari sirkit servo motor yang terdapat pada papan rangkaian mpeg-decoder unit.
Kerusakan umum DVD player.
Di antara kerusakan-kerusakan yang sering terjadi pada DVD player adalah :
1.Sulit membaca format DVD tetapi masih bisa membaca format yang lain
2.Sulit atau tidak bisa membaca semua format disc (DVD, VCD, mp3, mp4, audio CD)
3.Gambar ada tetapi suara tidak ada
4.Gambar tidak ada tetapi suara ada
5.Gambar dan suara tidak ada padahal aktifitas optic membaca keping DVD terlihat normal
6.Tidak bisa membuka laci DVD
7.Mati total.
Kerusakan pada poin 1 biasanya terjadi karena motor pemutar keping DVD sudah lemah. Untuk membaca format DVD motor memerlukan kecepatan yang lebih tinggi dibandingkan membaca VCD, audio CD atau yang lainnya. Ketika motor telah melemah ia tidak akan mampu lagi mencapai kecepatan putar yang cukup untuk membaca DVD meskipun tegangan yang diberikan kepadanya dari sirkit servo sudah maksimal.
Untuk mengatasinya motor pemutar keping DVD perlu diganti. Namun untuk memasangnya memerlukan keahlian dan pengalaman khusus. Jika tidak ingin beresiko proses perbaikan menjadi berlarut-larut, ganti saja satu blok bagian mekanik sekalian.
Kerusakan pada poin 2 biasa disebabkan oleh optic yang sudah melemah. Jika optic lepasan dengan model dan tipe yang sama ada dijual di pasaran maka bisa menggantinya dengan yang baru. Tetapi jika tidak ada maka ganti saja satu blok bagian mekanik sekalian.
Kerusakan pada poin 3, 4 dan 5 disebabkan karena mpeg-decoder sudah mengalami cacat fungsi. Tidak ada pilihan lain untuk mengatasinya, yaitu mengganti satu blok bagian mpeg dengan yang baru dengan model dan tipe yang sama. Slot-slot sambungan kabel perlu diperhatikan dengan baik ketika mencabutnya agar ketika dilakukan penggantian blok mpeg tidak akan terjadi kesalahan pemasangan.
Kerusakan pada poin 6 dapat disebabkan oleh dua hal : Motor eject yang lemah atau “karet eject” yang sudah kendor. Akan tetapi yang lebih sering terjadi adalah karet eject yang sudah kendor.
Untuk mengganti karet eject lepaskanlah blok mekanik dan balikkan sehingga bagian bawah blok mekanik menghadap ke atas. Jika laci terkunci karena macet, bukalah dengan cara memutar roda bergerigi menggunakan jari ke arah kiri (lihat gambar A). Apabila laci sudah keluar sedikit maka ia bisa ditarik hingga keluar secara penuh.
Setelah itu balikkan kembali blok mekanik seperti posisi awal. Akan tampak di bagian kiri dari ujung blok mekanik sebuah karet yang terhubung dengan motor eject (lihat gambar B). Gantilah karet tersebut dengan yang baru.
Kerusakan pada poin 7 adalah kerusakan power-supply.
Jika power-supply menggunakan IC regulator maka biasanya inilah yang rusak. Jika IC ini rusak maka sikring/fuse biasanya akan putus. Gantilah IC regulator tersebut.
Kemungkinan lain adalah putusnya resistor untuk tegangan bias. Jika resistor ini rusak maka sikring/fuse tidak putus.
Resistor ini berada di dalam sirkit IC regulator dan bernilai Ohm besar (antara 150k sampai dengan 270k). Biasanya resistor ini adalah resistor ½ Watt atau 1 Watt.
Apabila tidak ingin beresiko proses perbaikan menjadi berlarut-larut, ganti saja satu blok bagian power-supply sekalian karena sudah banyak beredar di pasaran.
Yang diperlukan tinggallah ketelitian untuk menyambungkan tegangan-tegangan keluaran sesuai dengan yang dibutuhkan oleh rangkaian secara keseluruhan. Modifikasi sambungan-sambungan tegangan perlu dilakukan karena power-supply yang beredar di pasaran tidak selalu sama dengan power-supply original DVD player tersebut.
Keep happy repairing!
Bagian-bagian DVD player.
Bagan DVD player mirip dengan generasi sebelumnya, yaitu VCD player di mana terdapat tiga blok bagian utama : Power-supply, mpeg decoder unit, dan mekanik.
Power supply DVD player adalah jenis “switching-mode power-supply”, mempunyai beberapa keluaran tegangan di antaranya : 5V, 8V, dan 12V. Ada beberapa model DVD player yang power-supplynya mempunyai tegangan keluaran 6V dan tegangan keluaran negatif -5V dan -8V, tetapi ini jarang ada.
Tegangan keluaran 5V biasanya untuk keperluan suplai sirkit dekoder di dalam papan rangkaian mpeg-decoder unit, sedangkan tegangan 8V biasanya untuk keperluan sirkit servo motor yang juga berada di dalam papan rangkaian mpeg-decoder unit. Tegangan 12V biasanya digunakan untuk supply keperluan tambahan seperti sirkit audio-mixer atau output-amplifier (jika ada), juga untuk keperluan aksesoris seperti menyalakan lampu penerangan, kipas dan lain-lain.
Mpeg-decoder adalah pengolah kode-kode digital untuk diterjemahkan menjadi sinyal gambar (video) dan suara (audio).
Perangkat ini mengambil data dari keping DVD yang dipungut oleh pick-up optikal (sering hanya disebut dengan “optic”). Data berupa kode-kode digital yang mengandung informasi tentang gambar dan suara di dalamnya. Hasi pengolahan mpeg-decoder adalah dua kanal suara stereo (L dan R) dan sinyal burst video.
Bagian mekanik adalah bagian di mana terdapat “optic”, motor penggerak optic, motor pemutar keping DVD, dan motor penggerak untuk membuka laci DVD (motor eject).
Semua kontrol untuk ketiga motor itu adalah dari sirkit servo motor yang terdapat pada papan rangkaian mpeg-decoder unit.
Kerusakan umum DVD player.
Di antara kerusakan-kerusakan yang sering terjadi pada DVD player adalah :
1.Sulit membaca format DVD tetapi masih bisa membaca format yang lain
2.Sulit atau tidak bisa membaca semua format disc (DVD, VCD, mp3, mp4, audio CD)
3.Gambar ada tetapi suara tidak ada
4.Gambar tidak ada tetapi suara ada
5.Gambar dan suara tidak ada padahal aktifitas optic membaca keping DVD terlihat normal
6.Tidak bisa membuka laci DVD
7.Mati total.
Kerusakan pada poin 1 biasanya terjadi karena motor pemutar keping DVD sudah lemah. Untuk membaca format DVD motor memerlukan kecepatan yang lebih tinggi dibandingkan membaca VCD, audio CD atau yang lainnya. Ketika motor telah melemah ia tidak akan mampu lagi mencapai kecepatan putar yang cukup untuk membaca DVD meskipun tegangan yang diberikan kepadanya dari sirkit servo sudah maksimal.
Untuk mengatasinya motor pemutar keping DVD perlu diganti. Namun untuk memasangnya memerlukan keahlian dan pengalaman khusus. Jika tidak ingin beresiko proses perbaikan menjadi berlarut-larut, ganti saja satu blok bagian mekanik sekalian.
Kerusakan pada poin 2 biasa disebabkan oleh optic yang sudah melemah. Jika optic lepasan dengan model dan tipe yang sama ada dijual di pasaran maka bisa menggantinya dengan yang baru. Tetapi jika tidak ada maka ganti saja satu blok bagian mekanik sekalian.
Kerusakan pada poin 3, 4 dan 5 disebabkan karena mpeg-decoder sudah mengalami cacat fungsi. Tidak ada pilihan lain untuk mengatasinya, yaitu mengganti satu blok bagian mpeg dengan yang baru dengan model dan tipe yang sama. Slot-slot sambungan kabel perlu diperhatikan dengan baik ketika mencabutnya agar ketika dilakukan penggantian blok mpeg tidak akan terjadi kesalahan pemasangan.
Kerusakan pada poin 6 dapat disebabkan oleh dua hal : Motor eject yang lemah atau “karet eject” yang sudah kendor. Akan tetapi yang lebih sering terjadi adalah karet eject yang sudah kendor.
Untuk mengganti karet eject lepaskanlah blok mekanik dan balikkan sehingga bagian bawah blok mekanik menghadap ke atas. Jika laci terkunci karena macet, bukalah dengan cara memutar roda bergerigi menggunakan jari ke arah kiri (lihat gambar A). Apabila laci sudah keluar sedikit maka ia bisa ditarik hingga keluar secara penuh.
Setelah itu balikkan kembali blok mekanik seperti posisi awal. Akan tampak di bagian kiri dari ujung blok mekanik sebuah karet yang terhubung dengan motor eject (lihat gambar B). Gantilah karet tersebut dengan yang baru.
Kerusakan pada poin 7 adalah kerusakan power-supply.
Jika power-supply menggunakan IC regulator maka biasanya inilah yang rusak. Jika IC ini rusak maka sikring/fuse biasanya akan putus. Gantilah IC regulator tersebut.
Kemungkinan lain adalah putusnya resistor untuk tegangan bias. Jika resistor ini rusak maka sikring/fuse tidak putus.
Resistor ini berada di dalam sirkit IC regulator dan bernilai Ohm besar (antara 150k sampai dengan 270k). Biasanya resistor ini adalah resistor ½ Watt atau 1 Watt.
Apabila tidak ingin beresiko proses perbaikan menjadi berlarut-larut, ganti saja satu blok bagian power-supply sekalian karena sudah banyak beredar di pasaran.
Yang diperlukan tinggallah ketelitian untuk menyambungkan tegangan-tegangan keluaran sesuai dengan yang dibutuhkan oleh rangkaian secara keseluruhan. Modifikasi sambungan-sambungan tegangan perlu dilakukan karena power-supply yang beredar di pasaran tidak selalu sama dengan power-supply original DVD player tersebut.
Keep happy repairing!
Memperbaiki DVD Player | Kang Zeen
Dahulu ketika DVD player pertama-kali hadir, memperbaikinya terbilang sulit karena spare-partnya masih belum banyak beredar. Kini semuanya telah lebih mudah dan setiap praktisi maupun para hobbyst elektronik dapat memperbaikinya hampir di setiap kerusakan.
Bagian-bagian DVD player.
Bagan DVD player mirip dengan generasi sebelumnya, yaitu VCD player di mana terdapat tiga blok bagian utama : Power-supply, mpeg decoder unit, dan mekanik.
Power supply DVD player adalah jenis “switching-mode power-supply”, mempunyai beberapa keluaran tegangan di antaranya : 5V, 8V, dan 12V. Ada beberapa model DVD player yang power-supplynya mempunyai tegangan keluaran 6V dan tegangan keluaran negatif -5V dan -8V, tetapi ini jarang ada.
Tegangan keluaran 5V biasanya untuk keperluan suplai sirkit dekoder di dalam papan rangkaian mpeg-decoder unit, sedangkan tegangan 8V biasanya untuk keperluan sirkit servo motor yang juga berada di dalam papan rangkaian mpeg-decoder unit. Tegangan 12V biasanya digunakan untuk supply keperluan tambahan seperti sirkit audio-mixer atau output-amplifier (jika ada), juga untuk keperluan aksesoris seperti menyalakan lampu penerangan, kipas dan lain-lain.
Mpeg-decoder adalah pengolah kode-kode digital untuk diterjemahkan menjadi sinyal gambar (video) dan suara (audio).
Perangkat ini mengambil data dari keping DVD yang dipungut oleh pick-up optikal (sering hanya disebut dengan “optic”). Data berupa kode-kode digital yang mengandung informasi tentang gambar dan suara di dalamnya. Hasi pengolahan mpeg-decoder adalah dua kanal suara stereo (L dan R) dan sinyal burst video.
Bagian mekanik adalah bagian di mana terdapat “optic”, motor penggerak optic, motor pemutar keping DVD, dan motor penggerak untuk membuka laci DVD (motor eject).
Semua kontrol untuk ketiga motor itu adalah dari sirkit servo motor yang terdapat pada papan rangkaian mpeg-decoder unit.
Kerusakan umum DVD player.
Di antara kerusakan-kerusakan yang sering terjadi pada DVD player adalah :
1.Sulit membaca format DVD tetapi masih bisa membaca format yang lain
2.Sulit atau tidak bisa membaca semua format disc (DVD, VCD, mp3, mp4, audio CD)
3.Gambar ada tetapi suara tidak ada
4.Gambar tidak ada tetapi suara ada
5.Gambar dan suara tidak ada padahal aktifitas optic membaca keping DVD terlihat normal
6.Tidak bisa membuka laci DVD
7.Mati total.
Kerusakan pada poin 1 biasanya terjadi karena motor pemutar keping DVD sudah lemah. Untuk membaca format DVD motor memerlukan kecepatan yang lebih tinggi dibandingkan membaca VCD, audio CD atau yang lainnya. Ketika motor telah melemah ia tidak akan mampu lagi mencapai kecepatan putar yang cukup untuk membaca DVD meskipun tegangan yang diberikan kepadanya dari sirkit servo sudah maksimal.
Untuk mengatasinya motor pemutar keping DVD perlu diganti. Namun untuk memasangnya memerlukan keahlian dan pengalaman khusus. Jika tidak ingin beresiko proses perbaikan menjadi berlarut-larut, ganti saja satu blok bagian mekanik sekalian.
Kerusakan pada poin 2 biasa disebabkan oleh optic yang sudah melemah. Jika optic lepasan dengan model dan tipe yang sama ada dijual di pasaran maka bisa menggantinya dengan yang baru. Tetapi jika tidak ada maka ganti saja satu blok bagian mekanik sekalian.
Kerusakan pada poin 3, 4 dan 5 disebabkan karena mpeg-decoder sudah mengalami cacat fungsi. Tidak ada pilihan lain untuk mengatasinya, yaitu mengganti satu blok bagian mpeg dengan yang baru dengan model dan tipe yang sama. Slot-slot sambungan kabel perlu diperhatikan dengan baik ketika mencabutnya agar ketika dilakukan penggantian blok mpeg tidak akan terjadi kesalahan pemasangan.
Kerusakan pada poin 6 dapat disebabkan oleh dua hal : Motor eject yang lemah atau “karet eject” yang sudah kendor. Akan tetapi yang lebih sering terjadi adalah karet eject yang sudah kendor.
Untuk mengganti karet eject lepaskanlah blok mekanik dan balikkan sehingga bagian bawah blok mekanik menghadap ke atas. Jika laci terkunci karena macet, bukalah dengan cara memutar roda bergerigi menggunakan jari ke arah kiri (lihat gambar A). Apabila laci sudah keluar sedikit maka ia bisa ditarik hingga keluar secara penuh.
Setelah itu balikkan kembali blok mekanik seperti posisi awal. Akan tampak di bagian kiri dari ujung blok mekanik sebuah karet yang terhubung dengan motor eject (lihat gambar B). Gantilah karet tersebut dengan yang baru.
Kerusakan pada poin 7 adalah kerusakan power-supply.
Jika power-supply menggunakan IC regulator maka biasanya inilah yang rusak. Jika IC ini rusak maka sikring/fuse biasanya akan putus. Gantilah IC regulator tersebut.
Kemungkinan lain adalah putusnya resistor untuk tegangan bias. Jika resistor ini rusak maka sikring/fuse tidak putus.
Resistor ini berada di dalam sirkit IC regulator dan bernilai Ohm besar (antara 150k sampai dengan 270k). Biasanya resistor ini adalah resistor ½ Watt atau 1 Watt.
Apabila tidak ingin beresiko proses perbaikan menjadi berlarut-larut, ganti saja satu blok bagian power-supply sekalian karena sudah banyak beredar di pasaran.
Yang diperlukan tinggallah ketelitian untuk menyambungkan tegangan-tegangan keluaran sesuai dengan yang dibutuhkan oleh rangkaian secara keseluruhan. Modifikasi sambungan-sambungan tegangan perlu dilakukan karena power-supply yang beredar di pasaran tidak selalu sama dengan power-supply original DVD player tersebut.
Keep happy repairing!
Bagian-bagian DVD player.
Bagan DVD player mirip dengan generasi sebelumnya, yaitu VCD player di mana terdapat tiga blok bagian utama : Power-supply, mpeg decoder unit, dan mekanik.
Power supply DVD player adalah jenis “switching-mode power-supply”, mempunyai beberapa keluaran tegangan di antaranya : 5V, 8V, dan 12V. Ada beberapa model DVD player yang power-supplynya mempunyai tegangan keluaran 6V dan tegangan keluaran negatif -5V dan -8V, tetapi ini jarang ada.
Tegangan keluaran 5V biasanya untuk keperluan suplai sirkit dekoder di dalam papan rangkaian mpeg-decoder unit, sedangkan tegangan 8V biasanya untuk keperluan sirkit servo motor yang juga berada di dalam papan rangkaian mpeg-decoder unit. Tegangan 12V biasanya digunakan untuk supply keperluan tambahan seperti sirkit audio-mixer atau output-amplifier (jika ada), juga untuk keperluan aksesoris seperti menyalakan lampu penerangan, kipas dan lain-lain.
Mpeg-decoder adalah pengolah kode-kode digital untuk diterjemahkan menjadi sinyal gambar (video) dan suara (audio).
Perangkat ini mengambil data dari keping DVD yang dipungut oleh pick-up optikal (sering hanya disebut dengan “optic”). Data berupa kode-kode digital yang mengandung informasi tentang gambar dan suara di dalamnya. Hasi pengolahan mpeg-decoder adalah dua kanal suara stereo (L dan R) dan sinyal burst video.
Bagian mekanik adalah bagian di mana terdapat “optic”, motor penggerak optic, motor pemutar keping DVD, dan motor penggerak untuk membuka laci DVD (motor eject).
Semua kontrol untuk ketiga motor itu adalah dari sirkit servo motor yang terdapat pada papan rangkaian mpeg-decoder unit.
Kerusakan umum DVD player.
Di antara kerusakan-kerusakan yang sering terjadi pada DVD player adalah :
1.Sulit membaca format DVD tetapi masih bisa membaca format yang lain
2.Sulit atau tidak bisa membaca semua format disc (DVD, VCD, mp3, mp4, audio CD)
3.Gambar ada tetapi suara tidak ada
4.Gambar tidak ada tetapi suara ada
5.Gambar dan suara tidak ada padahal aktifitas optic membaca keping DVD terlihat normal
6.Tidak bisa membuka laci DVD
7.Mati total.
Kerusakan pada poin 1 biasanya terjadi karena motor pemutar keping DVD sudah lemah. Untuk membaca format DVD motor memerlukan kecepatan yang lebih tinggi dibandingkan membaca VCD, audio CD atau yang lainnya. Ketika motor telah melemah ia tidak akan mampu lagi mencapai kecepatan putar yang cukup untuk membaca DVD meskipun tegangan yang diberikan kepadanya dari sirkit servo sudah maksimal.
Untuk mengatasinya motor pemutar keping DVD perlu diganti. Namun untuk memasangnya memerlukan keahlian dan pengalaman khusus. Jika tidak ingin beresiko proses perbaikan menjadi berlarut-larut, ganti saja satu blok bagian mekanik sekalian.
Kerusakan pada poin 2 biasa disebabkan oleh optic yang sudah melemah. Jika optic lepasan dengan model dan tipe yang sama ada dijual di pasaran maka bisa menggantinya dengan yang baru. Tetapi jika tidak ada maka ganti saja satu blok bagian mekanik sekalian.
Kerusakan pada poin 3, 4 dan 5 disebabkan karena mpeg-decoder sudah mengalami cacat fungsi. Tidak ada pilihan lain untuk mengatasinya, yaitu mengganti satu blok bagian mpeg dengan yang baru dengan model dan tipe yang sama. Slot-slot sambungan kabel perlu diperhatikan dengan baik ketika mencabutnya agar ketika dilakukan penggantian blok mpeg tidak akan terjadi kesalahan pemasangan.
Kerusakan pada poin 6 dapat disebabkan oleh dua hal : Motor eject yang lemah atau “karet eject” yang sudah kendor. Akan tetapi yang lebih sering terjadi adalah karet eject yang sudah kendor.
Untuk mengganti karet eject lepaskanlah blok mekanik dan balikkan sehingga bagian bawah blok mekanik menghadap ke atas. Jika laci terkunci karena macet, bukalah dengan cara memutar roda bergerigi menggunakan jari ke arah kiri (lihat gambar A). Apabila laci sudah keluar sedikit maka ia bisa ditarik hingga keluar secara penuh.
Setelah itu balikkan kembali blok mekanik seperti posisi awal. Akan tampak di bagian kiri dari ujung blok mekanik sebuah karet yang terhubung dengan motor eject (lihat gambar B). Gantilah karet tersebut dengan yang baru.
Kerusakan pada poin 7 adalah kerusakan power-supply.
Jika power-supply menggunakan IC regulator maka biasanya inilah yang rusak. Jika IC ini rusak maka sikring/fuse biasanya akan putus. Gantilah IC regulator tersebut.
Kemungkinan lain adalah putusnya resistor untuk tegangan bias. Jika resistor ini rusak maka sikring/fuse tidak putus.
Resistor ini berada di dalam sirkit IC regulator dan bernilai Ohm besar (antara 150k sampai dengan 270k). Biasanya resistor ini adalah resistor ½ Watt atau 1 Watt.
Apabila tidak ingin beresiko proses perbaikan menjadi berlarut-larut, ganti saja satu blok bagian power-supply sekalian karena sudah banyak beredar di pasaran.
Yang diperlukan tinggallah ketelitian untuk menyambungkan tegangan-tegangan keluaran sesuai dengan yang dibutuhkan oleh rangkaian secara keseluruhan. Modifikasi sambungan-sambungan tegangan perlu dilakukan karena power-supply yang beredar di pasaran tidak selalu sama dengan power-supply original DVD player tersebut.
Keep happy repairing!
Saturday, November 28, 2015
MEMBUAT ADAPTOR DARI BEKAS POWER SUPPLY PC
Kalau anda mempunyai power supply pc yang tidak terpakai atau tidak dapat digunakan untuk PC namun masih jalan, anda bisa merubahnya menjadi adaptor untuk rangkaian elektronik anda. Dari pada rumah anda penuh dengan barang bekas alangkah baiknya didaur ulang menjadi barang yang berguna. Kalau berminat silahkan anda simak cara membuatnya.
Komponen dan Bahan bahan yang harus disiapkan:
1. Saklar on/off untuk AC

2. 4 buah terminal kabel untuk DC, 2 warna hitam, 2 buah warna merah.

3. Kabel AC untuk power supply PC.

4. 1 buah lampu led

5. Resisktor 1k

Cara pengerjaannya sebagai berikut :
1. Buka tutup wadah dengan cara membuka seluruh baut .

Gambar 7 - Baut Cassing
2. Karena bekas maka dapat di pastikan banyak debu di dalam power supply oleh karena itu bersihkan terlebih dahulu dengan memakai kuas.

Gambar 8 - Membersihkan Power Supply
3. Keluarkan board dari wadahnya dengan cara membuka 4 buah baut.

Gambar 9 - Baut Board

Gambar 10 - Mengeluarkan Board
4. Potong 1 set kabel DC yang terdiri dari 1 kabel merah, 1 kabel kuning dan 2 kabel hitam kurang lebih 20 - 30cm dari board atau potong kabel tersebut dekat dengan konektornya .

Gambar 11 - Memotong Kabel
5. Potong semua sisa kabel DC kurang lebih 5 –10 cm dari board (no.2). Cara lain anda bisa melepaskan kabel dari board tersebut dengan cara menyolder jika anda mau.

Gambar 12 - Memotong Kabel
6. Kabel yang anda potong tadi ikat / bungkus dengan selotip menurut warnanya supaya tidak terjadi arus pendek (no.2). Sedangkan 4 buah kabel yang panjang biarkan terbuka (no.1).

Gambar 13 - Membungkus Kabel
7. Lubangi tutup wadah bagian atas power supply dengan bor, 4 buah lubang untuk terminal kabel , 1 buah lubang untuk saklar AC dan 1 buah lubang lagi untuk lampu led.

Gambar 14 - Melubangi Tutup Power Supply
8. Pasang berturut turut terminal kabel DC, saklar AC dan led. Untuk pemasangan led bagian bawah diberi lem tembak supaya led tidak goyah.

Gambar 15 - Memasang Komponen

Gambar 16 - Tutup Wadah Bagian Dalam
9. 1 set kabel yang tadi kita potong panjang berwana merah, kuning dan 2 buah kabel hitam kita solder ke terminal kabel dengan urutan :
A. Kabel warna merah (+5V) ke terminal warna merah paling kanan.
B. 2 Kabel warna hitam (0V) di solder di 2 terminal warna hitam.
C. Sedangkan kabel kuning (+12V) di solder ke terminal warna merah paling kiri.
10. pasang resistor 1k di postif LED (kaki yg panjang) dan sambungkan ke terminal kabel warna merah didekatnya (kabel kuning +12V). Kaki led yang pendek sambungkan langsung ke terminal hitam (kabel warna hitam 0V) ) dengan menggunakan kabel tambahan.

Gambar 17 - Menyambungkan LED, Kabel ke Terminal Kabel
11. Potong salah satu kabel stop kontak AC yang menuju ke board kemudian pasang kabel secukupnya dari stop kontak AC menuju ke saklar lalu pasang kabel dari saklar ke board.

Gambar 18 - Saklar dan Kabel11. Periksa kembali seluruh bagian dan pastikan tidak ada logam yang tertinggal di board dan di dalam wadah.
12. Rakit kembali seluruh bagian, hati hati jangan sampai ada kabel tertarik dan lepas.
13. Adaptor siap di uji coba.

Gambar 19 - Adaptor di Uji Coba
Adaptor yang ini dibuat untuk menyediakan 2 variasi voltage yaitu +5 V dan +12 V, namun demikian bisa saja anda merubahnya menambah atau mengurangi. Power suppy PC menyediakan juga voltage 3V dan voltage negative, berikut dibawah ini voltage yang tersedia dan warna kabelnya :
GND : Warna Kabel Hitam
3V : Warna Kabel Orange
5V : Warna Kabel Merah
-12/0.5A : Warna Kebel Biru
+12/22A : Warna Kabel Kuning
+5V/2A : Warna Kabel Abu-abu
Atau kalau ingin lebih simple anda bisa memasang rotary selector sehingga voltage yang diinginkan di atur oleh selector.

Gambar 20 - Contoh Rotary Selector
Tunggu apalagi Pemirsah,, segera kumpulkan bahan bahan dan silahkan mencoba sendiri.
Komponen dan Bahan bahan yang harus disiapkan:
1. Saklar on/off untuk AC

2. 4 buah terminal kabel untuk DC, 2 warna hitam, 2 buah warna merah.

3. Kabel AC untuk power supply PC.

4. 1 buah lampu led

5. Resisktor 1k

Cara pengerjaannya sebagai berikut :
1. Buka tutup wadah dengan cara membuka seluruh baut .

Gambar 7 - Baut Cassing
2. Karena bekas maka dapat di pastikan banyak debu di dalam power supply oleh karena itu bersihkan terlebih dahulu dengan memakai kuas.

Gambar 8 - Membersihkan Power Supply
3. Keluarkan board dari wadahnya dengan cara membuka 4 buah baut.

Gambar 9 - Baut Board

Gambar 10 - Mengeluarkan Board
4. Potong 1 set kabel DC yang terdiri dari 1 kabel merah, 1 kabel kuning dan 2 kabel hitam kurang lebih 20 - 30cm dari board atau potong kabel tersebut dekat dengan konektornya .

Gambar 11 - Memotong Kabel
5. Potong semua sisa kabel DC kurang lebih 5 –10 cm dari board (no.2). Cara lain anda bisa melepaskan kabel dari board tersebut dengan cara menyolder jika anda mau.

Gambar 12 - Memotong Kabel
6. Kabel yang anda potong tadi ikat / bungkus dengan selotip menurut warnanya supaya tidak terjadi arus pendek (no.2). Sedangkan 4 buah kabel yang panjang biarkan terbuka (no.1).

Gambar 13 - Membungkus Kabel
7. Lubangi tutup wadah bagian atas power supply dengan bor, 4 buah lubang untuk terminal kabel , 1 buah lubang untuk saklar AC dan 1 buah lubang lagi untuk lampu led.

Gambar 14 - Melubangi Tutup Power Supply
8. Pasang berturut turut terminal kabel DC, saklar AC dan led. Untuk pemasangan led bagian bawah diberi lem tembak supaya led tidak goyah.

Gambar 15 - Memasang Komponen

Gambar 16 - Tutup Wadah Bagian Dalam
9. 1 set kabel yang tadi kita potong panjang berwana merah, kuning dan 2 buah kabel hitam kita solder ke terminal kabel dengan urutan :
A. Kabel warna merah (+5V) ke terminal warna merah paling kanan.
B. 2 Kabel warna hitam (0V) di solder di 2 terminal warna hitam.
C. Sedangkan kabel kuning (+12V) di solder ke terminal warna merah paling kiri.
10. pasang resistor 1k di postif LED (kaki yg panjang) dan sambungkan ke terminal kabel warna merah didekatnya (kabel kuning +12V). Kaki led yang pendek sambungkan langsung ke terminal hitam (kabel warna hitam 0V) ) dengan menggunakan kabel tambahan.

Gambar 17 - Menyambungkan LED, Kabel ke Terminal Kabel
11. Potong salah satu kabel stop kontak AC yang menuju ke board kemudian pasang kabel secukupnya dari stop kontak AC menuju ke saklar lalu pasang kabel dari saklar ke board.

Gambar 18 - Saklar dan Kabel11. Periksa kembali seluruh bagian dan pastikan tidak ada logam yang tertinggal di board dan di dalam wadah.
12. Rakit kembali seluruh bagian, hati hati jangan sampai ada kabel tertarik dan lepas.
13. Adaptor siap di uji coba.

Gambar 19 - Adaptor di Uji Coba
Adaptor yang ini dibuat untuk menyediakan 2 variasi voltage yaitu +5 V dan +12 V, namun demikian bisa saja anda merubahnya menambah atau mengurangi. Power suppy PC menyediakan juga voltage 3V dan voltage negative, berikut dibawah ini voltage yang tersedia dan warna kabelnya :
GND : Warna Kabel Hitam
3V : Warna Kabel Orange
5V : Warna Kabel Merah
-12/0.5A : Warna Kebel Biru
+12/22A : Warna Kabel Kuning
+5V/2A : Warna Kabel Abu-abu
Atau kalau ingin lebih simple anda bisa memasang rotary selector sehingga voltage yang diinginkan di atur oleh selector.

Gambar 20 - Contoh Rotary Selector
Tunggu apalagi Pemirsah,, segera kumpulkan bahan bahan dan silahkan mencoba sendiri.
Subscribe to:
Posts (Atom)




